Emi Murniati, S.ST.MKes; " />

Detail Cantuman

Image of TEKNIK RADIOTERAPI 3D CRT PADA KASUS KANKER PAYUDARA DENGAN RADIASI EKSTERNAL

Skripsi D IV

TEKNIK RADIOTERAPI 3D CRT PADA KASUS KANKER PAYUDARA DENGAN RADIASI EKSTERNAL

XML

Latar Belakang: Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Peranan Teknik Radioterapi 3D CRT Pada Kasus Kanker Payudara dengan Radiasi Eksternal Salah satu teknik yang dapat diaplikasikan adalah 3DCRT (Three-Dimensional Conformal Radiation Therapy). Rekonstruksi citra 3D memungkinkan untuk mengetahui posisi dan volume organ sehingga penentuan dosis radioterapi menjadi lebih akurat dan dapat membantu menentukan dosis yang akan diterima oleh organ at risk.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kajian literature review untuk mengumpulkan, mengidentifikasi, dan menganalisis tentang Peranan Teknik Radioterapi 3D CRT Pada Kasus Kanker Payudara dengan Radiasi Eksternal. Peneliti mendapatkan data dengan cara mengkaji artikel (studi literature) yang berkaitan dengan topik skripsi Peneliti, yakni Peranan Teknik Radioterapi 3D CRT Pada Kasus Kanker Payudara dengan Radiasi Eksternal. Sumber-sumber artikel yang dipakai oleh penulis berasal dari Google Scholar, Jimed dan Repository Poltekkes Kemenkes Semarang. Berdasarkan rumusan masalah, terdapat poin-poin yang akan direview dari penelitian ini, yaitu: (1) Dosis yang digunakan pada pemeriksaan Kanker Payudara menggunakan Teknik 3D CRT.
(2) Peranan Teknik 3D CRT Pada Radioterapi Terhadap Kasus Kanker Payudara dengan Radiasi Eksternal.
Hasil: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa 6 artikel menunjukkan dosis yang digunakan pada pemeriksaan Kanker Payudara dengan teknik 3D-CRT masih dibawah ambang batas yang ditetapkan oleh QUANTEC yaitu maksimal 30% volume yang boleh diterima dengan dosis maksimal 2000 cGy. Hanya 1 artikel yang menggunakan dosis 2000 cGy dengan volume yang diterima > 30%. Seluruh artikel menunjukkan bahwa teknik 3D-CRT memiliki peranan yang baik dalam menurunkan risiko komplikasi akut maupun lanjut pada radioterapi dengan fraksinasi konvensional.
Kesimpulan: Perbedaan efek yang terjadi pada setiap pasien, selain karena dosis radiasi yang diterima, sistem kekebalan tubuh juga menjadi faktor yang membedakan dalam kerusakan sel yang dialami pasien. Sehingga tidak dapat dikatakan bahwa setiap pasien yang mendapat dosis radiasi radiasi yang berlebih pada paru-paru akan terkena penyakit radiasi paru-paru. Tetapi kelebihan radiasi yang diterima menjadi salah satu pertimbangan, dan diperlukan pertimbangan lain seperti faktor usia, pola makanan, pola hidup dan lingkungan yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh pada pasien. Teknik 3D-CRT memiliki peranan yang baik dalam menurunkan risiko komplikasi akut maupun lanjut pada radioterapi dengan fraksinasi konvensional.


Informasi Detail

Pernyataan Tanggungjawab
REONALDO SURBAKTI
Pengarang
Emi Murniati, S.ST.MKes - Dosen Pembimbing 2
Sri Mulyati - Dosen Penguji 1
Agung Nugroho Setiawan - Dosen Penguji 2
NIM
Bahasa
Indonesia
Deskripsi Fisik
xvi + 59p.: ill.; 21 x 33cm.
Dilihat sebanyak
162
Penerbit DIV T. Radiodiagnostik dan Radioterapi Semarang : Semarang.,
Edisi
Subjek
Klasifikasi
NONE

Lampiran Berkas

Citation
Emi Murniati, S.ST.MKes. (2021).TEKNIK RADIOTERAPI 3D CRT PADA KASUS KANKER PAYUDARA DENGAN RADIASI EKSTERNAL().Semarang:DIV T. Radiodiagnostik dan Radioterapi Semarang

Emi Murniati, S.ST.MKes.TEKNIK RADIOTERAPI 3D CRT PADA KASUS KANKER PAYUDARA DENGAN RADIASI EKSTERNAL().Semarang:DIV T. Radiodiagnostik dan Radioterapi Semarang,2021.Skripsi D IV

Emi Murniati, S.ST.MKes.TEKNIK RADIOTERAPI 3D CRT PADA KASUS KANKER PAYUDARA DENGAN RADIASI EKSTERNAL().Semarang:DIV T. Radiodiagnostik dan Radioterapi Semarang,2021.Skripsi D IV

Emi Murniati, S.ST.MKes.TEKNIK RADIOTERAPI 3D CRT PADA KASUS KANKER PAYUDARA DENGAN RADIASI EKSTERNAL().Semarang:DIV T. Radiodiagnostik dan Radioterapi Semarang,2021.Skripsi D IV



Dirujuk oleh 0 dokumen