Dian Hardiyanti Ningrum; " />

Detail Cantuman

Image of MANAJEMEN KASUS PADA NY. S DENGAN KRAM OTOT PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS (PGK) STAGE V DIRUANG HEMODIALISA RSUD K.R.M.T WONGSONEGORO
KOTA SEMARANG

Skripsi Profesi

MANAJEMEN KASUS PADA NY. S DENGAN KRAM OTOT PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS (PGK) STAGE V DIRUANG HEMODIALISA RSUD K.R.M.T WONGSONEGORO KOTA SEMARANG

XML

MANAJEMEN KASUS PADA NY. S DENGAN KRAM OTOT PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS (PGK) STAGE V DIRUANG HEMODIALISA
RSUD K.R.M.T WONGSONEGORO KOTA SEMARANG


Dian Hardiyanti Ningrum¬¬¬*), Supriyadi, Imam Hadi Yuwono
Koresponden: dhardiyantiningrum@gmail.com

Prodi Profesi Ners ; Jurusan Keperawatan ; Poltekkes Kemenkes Semarang
Jl. Tirto Agung ; Pedalangan ; Banyumanik ; Semarang


Abstrak

Penyakit ginjal kronis (PGK) adalah penyakit penurunan fungsi ginjal yang ditandai dengan Glomerular Filtration Rate (GFR) ≤60 mL/min/1,73 m2 selama ≥3 bulan. Di Indonesia ada sekitar 1,5 orang yang hidupnya harus tergantung pada terapi hemodialisa. Tercatat penderita PGK yang menjalani hemodialisa di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang rata – rata adalah 34 orang. Komplikasi selama menjalani Hemodialisa sering berhubungan dengan kram otot, gejala pusing, sakit kepala, lemas, mual, muntah, dan kelelahan. Kram otot adalah salah satu komplikasi yang terjadi selama hemodialisa pada 5% hingga 20% dari pasien. Tujuan manajemen kasus ini untuk mengetahui penatalaksanaan kram otot pada pasien Penyakit Ginjal Kronis (PGK) yang dilakukan hemodialisa di RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro Kota Semarang. Responden bernama Ny. S dengan PGK Stage V yang disertai dengan kram otot. Metode penelitian ini adalah Case Management dengan melakukan asuhan keperawatan dan observasi terhadap Ny. S saat melakukan terapi hemodialisa selama enam kali (3 minggu). Hasil asuhan keperawatan dan observasi menunjukan bahwa intervensi yang dilakukan di unit hemodialisa RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro adalah mengecek tanda – tanda vital, pemberian NaCl 0,9% sebanyak 100cc, penurunan ultrafiltrasi, dan melakukan peregangan pada ekstremitas bawah pasien, kemudian evaluasi kembali tanda – tanda vital pasien. sehingga dapat disimpulkan penanganan untuk kram otot yang dilakukan di ruangan terbukti efektif untuk menangani kram otot pada pasien saat menjalani Hemodialisa. Penelitian ini merekomendasikan agar pasien yang mengalami kram otot saat menjalani hemodialysis dapat dilakukan intervensi dengan pemberian NaCl 0,9%, penurunan ultrafiltrasi, dan peregangan.

Kata kunci : PGK; Kram Otot; Peregangan

Abstract

[CASE MANAGEMENT OF MRS. S AS CHRONIC KIDNEY DISEASE STAGE V PATIENT WITH MUSCLE CRAM AT HEMODIALYSIS UNIT OF RSUD K.R.M.T. WONGSONEGORO SEMARANG] Chronic kidney disease (CKD) is a kidney function reduction disease characterized by Glomerular Filtration Rate (GFR) ≤60 mL / min / 1.73 m2 for ≥3 months. In Indonesia there are around 1.5 people whose lives must depend on hemodialysis therapy. It was recorded that CKD patients who underwent hemodialysis in the RSUD K.R.Tong Wongsonegoro Semarang were on average 34 people. Complications during hemodialysis are often associated with muscle cramps, symptoms of dizziness, headaches, weakness, nausea, vomiting, and fatigue. Muscle cramps are one of the complications that occur during hemodialysis in 5% to 20% of patients. To find out the management of muscle cramps in patients with Chronic Kidney Disease (CKD) who performed hemodialysis in RSUD K.M.T. Wongsonegoro, Semarang City. This research method is Case Management by carrying out nursing care and observation of Mrs. S when doing hemodialysis therapy for six times (3 weeks). The results of nursing care and observations showed that the intervention was carried out in the hemodialysis unit of RSUD K.M.T. Wongsonegoro is checking vital signs, giving 0.9% NaCl as much as 100cc, decreasing ultrafiltration, and stretching the patient's lower extremities, then reevaluating the patient's vital signs. Measures for handling muscle cramps in the room are checking TTV, rinse 100 cc NaCl, ulrafiltration is lowered and stretching or stretching on the patient's lower extremities, then evaluating has proven effective in treating muscle cramps in patients undergoing Hemodialysis. This study recommends that patients who experience muscle cramps while undergoing hemodialysis can be intervened by giving 0.9% NaCl, decreasing ultrafiltration, and stretching.


Keywords : CKD; Muscle Cram; Stretching


Informasi Detail

Pernyataan Tanggungjawab
Supriyadi, MN
Pengarang
Dian Hardiyanti Ningrum - Pengarang Utama
NIM
P1337420916008
Bahasa
Indonesia
Deskripsi Fisik
xi, 43 hlm. ; 29 Cm
Dilihat sebanyak
2720
Penerbit Prodi Profesi Ners Poltekkes Kemenkes Semarang : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG.,
Edisi
Subjek
Klasifikasi
081

Lampiran Berkas

Citation
Dian Hardiyanti Ningrum. (2019).MANAJEMEN KASUS PADA NY. S DENGAN KRAM OTOT PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS (PGK) STAGE V DIRUANG HEMODIALISA RSUD K.R.M.T WONGSONEGORO KOTA SEMARANG().POLTEKKES KEMENKES SEMARANG:Prodi Profesi Ners Poltekkes Kemenkes Semarang

Dian Hardiyanti Ningrum.MANAJEMEN KASUS PADA NY. S DENGAN KRAM OTOT PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS (PGK) STAGE V DIRUANG HEMODIALISA RSUD K.R.M.T WONGSONEGORO KOTA SEMARANG().POLTEKKES KEMENKES SEMARANG:Prodi Profesi Ners Poltekkes Kemenkes Semarang,2019.Skripsi Profesi

Dian Hardiyanti Ningrum.MANAJEMEN KASUS PADA NY. S DENGAN KRAM OTOT PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS (PGK) STAGE V DIRUANG HEMODIALISA RSUD K.R.M.T WONGSONEGORO KOTA SEMARANG().POLTEKKES KEMENKES SEMARANG:Prodi Profesi Ners Poltekkes Kemenkes Semarang,2019.Skripsi Profesi

Dian Hardiyanti Ningrum.MANAJEMEN KASUS PADA NY. S DENGAN KRAM OTOT PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS (PGK) STAGE V DIRUANG HEMODIALISA RSUD K.R.M.T WONGSONEGORO KOTA SEMARANG().POLTEKKES KEMENKES SEMARANG:Prodi Profesi Ners Poltekkes Kemenkes Semarang,2019.Skripsi Profesi



Dirujuk oleh 0 dokumen