LISTIANI SAPUTRI; " />

Detail Cantuman

Image of ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN FOKUS STUDI KELEBIHAN
VOLUME CAIRAN DI RUANG MELATI
RSUD KABUPATEN BATANG

Tugas Akhir DIII

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN FOKUS STUDI KELEBIHAN VOLUME CAIRAN DI RUANG MELATI RSUD KABUPATEN BATANG

XML

Gagal ginjal kronik (GGK) adalah proses kerusakan ginjal selama rentang waktu lebih dari tiga bulan. Gagal ginjal kronik dapat menimbulkan simtoma, yaitu laju filtrasi glomerular berada di bawah 60 ml/men/1.73 m², atau di atas nilai tersebut yang disertai dengan kelainan sedimen urine. Selain itu, adanya batu ginjal juga dapat menjadi indikasi gagal ginjal kronik pada penderita kelainan bawaan, seperti hioroksaluria dan sistinuria. Kelebihan volume cairan pada penderita gagal ginjal kronik hal ini fungsi ginjal sudah menurun sehingga terjadi retensi natrium dan air. Ginjal sering tidak mengeksresikan natrium dan air yang sudah tidak diperlukan tubuh. Natrium yang tidak dibuang akan tertimbun di ruang ekstraseluler dan sifat natrium adalah menarik air. Namun ginjal yang fungsinya menurun juga terjadi retensi air. Maka air akan ditarik oleh natrium ke ruang ekstraseluler lama kelamaan akan terjadi penimbunan natrium dan air sehingga terjadi kelebihan volume cairan atau edama. Karya tulis ilmiah ini bertujuan mengetahui asuhan keperawatan pada pasien gagal ginjal kronik dengan fokus studi kelebihan volume cairan diruang melati RSUD Kabupaten batang. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan menggunakan metode pendekatan kasus. Subjek dalam penelitian adalah dua orang klien gagal ginjal kronik yang mengalami kelebihan volume cairan. Dalam asuhan keperawatan ini penulis memantau balance cairan untuk mengetahui adanya kelebihan volume cairan. Pengambilan data dilakukan selama 3 hari berturut-turut. Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam, kelebihan volume cairan teratasi sebagian, tetapi tidak adanya balance cairan karena pasien gagal ginjal kronik ginjal sudah tidak bisa retensi air ditandai dengan klien mengatakan sudah tidak sesak nafas dan adanya penurunan berat badan setelah menjalani hemodialisa. Sebelum dilakukan tindakan Tn.N dalam kategori cukup (55), Tn.K kategori cukup (33), setelah dilakukan tindakan Tn.N dalam kategori baik (55), Tn.K kategori baik (33).
Kata kunci: gagal ginjal kronik, kelebihan volume cairan, hemodialisa.


Informasi Detail

Pernyataan Tanggungjawab
Dr. TA'ADI, SKp.MH.Kes DAN Rr. SRI SEDJATI, SST, M.Kes.
Pengarang
LISTIANI SAPUTRI - Pengarang Utama
NIM
P1337420315060
Bahasa
Indonesia
Deskripsi Fisik
xiv, 55 hlm.; 21 x 29 cm
Dilihat sebanyak
351
Penerbit Prodi VI Keperawatan Pekalongan POLTEKKES KEMENKES SEMARANG : PRODI DIII KEPERAWATAN PEKALON.,
Edisi
Subjek
Klasifikasi
081

Lampiran Berkas

Citation
LISTIANI SAPUTRI. (2018).ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN FOKUS STUDI KELEBIHAN VOLUME CAIRAN DI RUANG MELATI RSUD KABUPATEN BATANG().PRODI DIII KEPERAWATAN PEKALON:Prodi VI Keperawatan Pekalongan POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

LISTIANI SAPUTRI.ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN FOKUS STUDI KELEBIHAN VOLUME CAIRAN DI RUANG MELATI RSUD KABUPATEN BATANG().PRODI DIII KEPERAWATAN PEKALON:Prodi VI Keperawatan Pekalongan POLTEKKES KEMENKES SEMARANG,2018.Tugas Akhir DIII

LISTIANI SAPUTRI.ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN FOKUS STUDI KELEBIHAN VOLUME CAIRAN DI RUANG MELATI RSUD KABUPATEN BATANG().PRODI DIII KEPERAWATAN PEKALON:Prodi VI Keperawatan Pekalongan POLTEKKES KEMENKES SEMARANG,2018.Tugas Akhir DIII

LISTIANI SAPUTRI.ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN FOKUS STUDI KELEBIHAN VOLUME CAIRAN DI RUANG MELATI RSUD KABUPATEN BATANG().PRODI DIII KEPERAWATAN PEKALON:Prodi VI Keperawatan Pekalongan POLTEKKES KEMENKES SEMARANG,2018.Tugas Akhir DIII



Dirujuk oleh 0 dokumen