Nurul Ika Safitri; " />

Detail Cantuman

No image available for this title

Tugas Akhir DIII

ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN PEMENUHAN NUTRISI PADA Tn.N DENGAN HEPATITIS B DI RUANG DAHLIA RSUD dr. R. SOEPRAPTO CEPU

XML

Nutrisi adalah zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan dan pemeliharaan kesehatan. Setiap orang mempunyai kebutuhan nutrisi yang berbeda dalam mengkonsumsi makanan atau zat gizi tersebut (Potter & Perry, 2006, p.1421).
Hepatitis B merupakan proses peradangan difus pada jaringan yang dapat disebabkan oleh infeksi virus dan oleh reaksi toksik terhadap obat-obatan serta bahan kimia (Padila, 2013, p.369).
Kebutuhan nutrisi merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam proses pertumbuhan dan pemeliharaan kesehatan termasuk didalamnya pada penderita hepatitis B. Melihat manfaat nutrisi dalam tubuh dengan membantu proses pertumbuhan dan pemeliharaan kesehatan, serta mencegah terjadinya penyakit akibat kurang nutrisi dalam tubuh. Seperti pada gangguan pemenuhan nutrisi pada penderita hepatitis B. Masalah yang muncul dalam mengelola gangguan nutrisi pada penyakit hepatitis B yaitu klien hepatitis B yang mengalami peningkatan bilirubin yang tinggi mengakibatkan nausea, anoreksia atau penurunan nafsu makan yang gejalanya terjadi akibat pelepasan toksin oleh hati yang rusak dan detoksifikasi produk yang abnormal (Dongoes, 2000).
Sehingga klien ini harus mendapatkan nutrisi yang bermanfaat untuk memperbaiki fungsi hati, salah satunya dengan mengkonsumsi temulawak karena mengandung kurkumin berfungsi sebagai anti inflamasi (anti radang) dan anti hepatotoksik yang berguna untuk melindungi kesehatan hati (http://mengobatihepatitisb.com/2015/04/10/temulawak-membantu-penyembuhan-penyakit/ di akses tanggal 28 november 2016).
Menurut perkiraan World Health Organisation (WHO) pada tahun 2013 penderita hepatitis B sebanyak (59,19%) dari kematian hepatitis B di negara berkembang atau berpenghasilan rendah. Angka kematian hepatitis di indonesia pada tahun 2013 - 2015 berkisar 300 per 320.000 penderita hepatitis. Kita bisa membandingkan dengan malaysia yang tercatat angka kematian 109 per 320.000 penderita hepatitis, brunaidarussalam sebanyak 124 kematian per 320.000 penderita hepatitis, dan thailand 210 per 320.000 penderita hepatitis (Depkes RI, 2013).
Dalam Rekam Medis rumah sakit RSUD dr. R. Soeprapto Cepu tidak menyebutkan data secara spesifik tentang gangguan pemenuhan nutrisi pada pasien hepatitis B, tapi hanya menyebutkan secara umum pasien dengan hepatitis B yaitu pada tahun 2015 sebanyak 164 pasien dan pada tahun 2016 sebanyak 186 pasien, ini menunjukkan adanya peningkatan penderita hepatitis B di RSUD dr R Soeprapto Cepu. Penyebab hepatitis B yaitu dari virus, akibat dari virus tersebut jika tidak ditangani dengan baik maka angka kematian semakin bertambah setiap tahunnya (Rekam Medis RSUD dr. R. Soeprapto Cepu, 2016).
Pada penderita hepatitis hampir semua mengalami mual, muntah, anoreksia, dari anoreksia tersebut menyebabkan turunnya produksi energi sehingga timbul gejala lemas, perasaan mudah lelah. Penurunan nafsu makan ini termasuk akibat nyeri ulu hati yang tidak dapat di toleransi, sehingga asupan makanan berkurang dan menimbulkan gangguan pemenuhan nutrisi.
Dampak kurang pemenuhan nutrisi pada pasien hepatitis apabila tidak segera di tangani yaitu badan lemas, penurunan berat badan, dan pucat. Solusi untuk mencegah terjadinya gangguan pemenuhan nutrisi pada klien hepatitis yaitu pada penderita hepatitis B khususnya harus selalu dijaga pola makan seperti sumber karbohidrat (nasi, roti putih, umbi – umbian), makanan yang mengandung sumber protein ( telur, ikan, ayam, sayuran, dan buah – buahan yang tidak mengandung gas), makanan yang mengandung hidrat arang tinggi mudah dicerna (gula – gula, sari buah, selai, madu). Menghindari makanan yang tidak diperbolehkan seperti sumber lemak (daging asap, sosis, sarden), makanan yang menimbulkan gas (kacang merah, kol, sawi, lobak, ketimun, nangka, durian), bumbu – bumbu kuat, minuman beralkohol dan tidak merokok. Istirahat cukup dan banyak minum air putih.
Penulis saat menjalani praktik klinik keperawatan medikal bedah 1 di RSUD dr R Soeprapto Cepu di ruang Dahlia terdapat penderita penyakit hepatitis B sebanyak 3 orang, dari 48 pasien yang dirawat. Pada pasien yang menderita hepatitis B di ruang Dahlia RSUD dr R Soeprapto Cepu berusia 29 tahun sebanyak dua orang penderita dan 30 tahun satu orang penderita. Rata-rata pasien dengan status gangguan pemenuhan nutrisi saat datang ke rumah sakit.
Kejadian kematian untuk penyakit hepatitis B tidak ditemukan saat penulis menjalani praktik klinik, pasien yang datang kerumah sakit baru pertama kali dirawat dirumah sakit dan masih berusia 29 – 30 tahun. Untuk tingkat keberhasilan pengelolaan kasus hepatitis B klien yang dirawat di ruang Dahlia semuanya sembuh, karena faktor usia yang masih muda yang mudah sembuh dan baru pertama kali dirawat di rumah sakit.




Informasi Detail

Pernyataan Tanggungjawab
Siti Kistimbar, S.Pd, S.Kep, Ners, M.Kes
Pengarang
Nurul Ika Safitri - Pengarang Utama
NIM
P1337420414032
Bahasa
Indonesia
Deskripsi Fisik
xi + 41 hlm.; Bibl.; Ilus.; 29cm
Dilihat sebanyak
593
Penerbit Prodi DIII Keperawatan Blora POLTEKKES KEMENKES SEMARANG : Blora.,
Edisi
Subjek
Klasifikasi

Lampiran Berkas

Citation
Nurul Ika Safitri. (2017).ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN PEMENUHAN NUTRISI PADA Tn.N DENGAN HEPATITIS B DI RUANG DAHLIA RSUD dr. R. SOEPRAPTO CEPU().Blora:Prodi DIII Keperawatan Blora POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

Nurul Ika Safitri.ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN PEMENUHAN NUTRISI PADA Tn.N DENGAN HEPATITIS B DI RUANG DAHLIA RSUD dr. R. SOEPRAPTO CEPU().Blora:Prodi DIII Keperawatan Blora POLTEKKES KEMENKES SEMARANG,2017.Tugas Akhir DIII

Nurul Ika Safitri.ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN PEMENUHAN NUTRISI PADA Tn.N DENGAN HEPATITIS B DI RUANG DAHLIA RSUD dr. R. SOEPRAPTO CEPU().Blora:Prodi DIII Keperawatan Blora POLTEKKES KEMENKES SEMARANG,2017.Tugas Akhir DIII

Nurul Ika Safitri.ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN PEMENUHAN NUTRISI PADA Tn.N DENGAN HEPATITIS B DI RUANG DAHLIA RSUD dr. R. SOEPRAPTO CEPU().Blora:Prodi DIII Keperawatan Blora POLTEKKES KEMENKES SEMARANG,2017.Tugas Akhir DIII



Dirujuk oleh 0 dokumen