Aris Sucipto; " />

Detail Cantuman

No image available for this title

Jurnal Ilmiah

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA RESIKO KETIDAKEFEKTIFAN PERFUSI JARINGAN PERIFER PADA NY. D DENGAN DIABETES MELITUS DI KELURAHAN MERSI PURWOKERTO TIMUR

XML

Diabetes Melitus (DM) atau yang biasa disebut kencing manis adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang karena adanya peningkatan kadar gula dalam darah akibat kekurangan insulin. Sedangkan menurut Grossman, (2013) dalam Rahayu, Kamaludin, & Sumarwati, (2014) Diabetes Melitus adalah penyakit gangguan dalam metabolisme karbohidrat, lemak dan protein sehingga kadar glukosa darah cenderung mengalami peningkatan yang diakibatkan oleh kerusakan sintesis ada sel beta pankreas atau pengeluaran insulin, atau ketidakmampuan jaringan dalam menggunakan insulin. Kebanyakan penderita DM mengalami DM jenis ini baru muncul pada usia di atas 40 tahun. Pada pasien dengan rawat jalan, dukungan keluarga sangat penting dalam tindakan keperawatan agar tidak terjadi komplikasi seperti hipertensi, stroke, jantung koroner, gagal ginjal, katarak, glaukoma, kerusakan retina mata yang dapat membuat buta, impotensi, oedem di bagian tubuh tertentu, dan juga bisa terjadi ulkus.
DM terdiri dari beberapa tipe antara lain DM tipe 1, DM tipe 2, DM gestasional dan DM jenis lain. DM merupakan penyakit kronis yang jumlah penderitanya terus meningkat dari tahun ke tahun. International Diabetes Federation, (2013) dalam Rahayu, Kamaludin, & Sumarwati, (2014), menyebutkan bahwa saat ini terdapat 382 juta orang hidup dengan menderita diabetes, dan diperkirakan akan terus meningkat menjadi 471 juta jiwa pada tahun 2035. Indonesia adalah salah satu Negara berkembang dengan jumlah penderita DM yang cukup tinggi. Penderita DM di Indonesia pada tahun 2010 mencapai 8,4 juta jiwa dan diperkirakan akan terus terjadi peningkatan. Perolehan data Riskesdas tahun 2013, terjadi peningkatan prevalensi DM di 17 propinsi seluruh Indonesia dari 1,1% (2007) meningkat menjadi 2,1% di tahun 2013 dari total penduduk sebanyak 250 juta. Menurut data profil kesehatan Provinsi Jawa Tengah, di Provinsi Jawa Tengah terdapat penderita DM sebanyak 152.301 jiwa (Dinkes Jateng, 2013). Sedangkan menurut Dinkes Banyumas (2014), penderita DM di Kabupaten Banyumas terdapat 1.599 pernduduk yang terbagi dari beberapa kecamatan. Di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto terdapat pasien yang menderita diabetes melitus kurang dari 3 tahun ada 29 responden.
Di RSUD Prof.Dr. Margono Soekarjo Purwokerto yang terbanyak adalah DM tidak tergantung insulin. DM merupakan penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikendalikan, pada dasarnya apabila sudah didiagnosa DM maka seumur hidup akan terus berurusan dengan penyakit tersebut. Penderita mampu hidup sehat bersama DM, asalkan kontrol teratur. Gejala khas DM berupa Polyuri (sering kencing), Polydipsi (sering haus), Polyfagi (sering lapar). Sedangkan gejala lain seperti Lelah/lemah, berat badan menurun drastis, kesemutan/gringgingan, gatal/bisul, mata kabur, impotensi pada pria, pruritis vulva hingga keputihan pada wanita, oedem di bagian tubuh terteuntu, luka tidak sembuh-sembuh, dll. Kelompok Faktor Risiko Tinggi antara lain nutrisi yang tidak seimbang, riwayat keluarga atau ada keturunan, kurang olah raga, umur Lebih dari 40th, obesitas, hipertensi.
Selain itu penderita DM juga dapat terkena resiko ketidakefektifan perfusi jaringan perifer. Resiko ketidakefektifan perfusi jaringan perifer merupakan tahap awal sebelum terjadinya komplikasi-komplikasi di atas. Resiko ketidakefektifan perfusi jaringan perifer adalah resiko terjadinya penurunan sirkulasi darah menuju perifer yang memungkinkan terjadinya komplikasi yang mengganggu kesehatan.
Dari uraian di atas mengenai DM dengan fokus mengenai masalah resiko ketidakefektifan perfusi jaringan perifer. Penulis memiliki pandangan bahwa jika masalah tersebut tidak di atasi dapat menyebabkan ketidak efektifan perfusi jaringan perifer yang berdampak komplikasi komplikasi di atas.
Berdasarkan latar belakang di atas, dalam penyusunan proposal laporan kasus ini penulis tertarik mengambil judul : “Asuhan Keperawatan Keluarga Resiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Perifer Pada Ny. D Dengan Diabetes Militus”.


Informasi Detail

Pernyataan Tanggungjawab
Esti Dwi Widayanti, S.Kep., Ns. M.Kep,
Pengarang
Aris Sucipto - Pengarang Utama
NIM
P1337420214007
Bahasa
Indonesia
Deskripsi Fisik
XI + 90 halaman
Dilihat sebanyak
10255
Penerbit D3 KEPERAWATAN PURWOKERTO : Purwokerto.,
Edisi
Subjek
Klasifikasi

Lampiran Berkas

Citation
Aris Sucipto. (2017).ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA RESIKO KETIDAKEFEKTIFAN PERFUSI JARINGAN PERIFER PADA NY. D DENGAN DIABETES MELITUS DI KELURAHAN MERSI PURWOKERTO TIMUR().Purwokerto:D3 KEPERAWATAN PURWOKERTO

Aris Sucipto.ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA RESIKO KETIDAKEFEKTIFAN PERFUSI JARINGAN PERIFER PADA NY. D DENGAN DIABETES MELITUS DI KELURAHAN MERSI PURWOKERTO TIMUR().Purwokerto:D3 KEPERAWATAN PURWOKERTO,2017.Jurnal Ilmiah

Aris Sucipto.ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA RESIKO KETIDAKEFEKTIFAN PERFUSI JARINGAN PERIFER PADA NY. D DENGAN DIABETES MELITUS DI KELURAHAN MERSI PURWOKERTO TIMUR().Purwokerto:D3 KEPERAWATAN PURWOKERTO,2017.Jurnal Ilmiah

Aris Sucipto.ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA RESIKO KETIDAKEFEKTIFAN PERFUSI JARINGAN PERIFER PADA NY. D DENGAN DIABETES MELITUS DI KELURAHAN MERSI PURWOKERTO TIMUR().Purwokerto:D3 KEPERAWATAN PURWOKERTO,2017.Jurnal Ilmiah



Dirujuk oleh 0 dokumen